Sahabat Adalah Perpanjangan Tangan Kuasa Tuhan (Cerita Lebaran)
Tibalah hari ke-3 Idul Fitri. Biasanya hari ini gw pergunakan untuk menyapa para sahabat gw. Namun tahun ini, izinkan gw menyapa para sahabat gw secara lebih sempurna dari biasanya. Karena tiga bulan ini terutama di bulan Ramadhan gw merasakan bahwa uluran kasih sayang dari sahabat begitu bermakna.
Ada alasan tersendiri kenapa Abu Bakar, Ali, Utsman dan sahabat
Nabi lainnya mempunya kedudukan yang amat mulia di mata Allah. Karena mereka
yang membantu Nabi berjuang dan merekalah bagian besar dari hidup Nabi
Muhammad. Peringkat gw dibanding Nabi? Hahaha, gak usah dibahas ya. Tapi Allah
telah dengan murah hati memberikan gw sahabat2 yang tak kalah mulianya.
Jujur ketika Ating mengajak gw untuk ikutan proyek virtual
KuasaMu ini gw langsung mengiyakan tanpa sadar maknanya lebih jauh. Momen
mendapatkan hasil akhir video Ating, tepat ketika gw sadar arti sahabat. Tiga
bulan terkahir ini gw benar2 meninggalkan kerjaan utama gw sebagai pengajar vokal.
Ya mau apa? Semua sekolah musik ditutup. Kampus dan sekolah pun begitu,
beberapa konser yang dibatalkan, begitupun dengan rencana2 gemerlap lainnya.
Semua batal. Pendapatan pun menipis. Keadaan yang sama juga dialami oleh istri
gw. Yah pokoknya kita berdua gak ada bedanya dibandingkan dengan yang laiinya.
Sampai kami mempunyai ide usah ketering. Duh..apa iya laku? Tapi ya sudah lah
dicoba dulu.
Ternyata pesanan datang silih berganti, dari siapa lagi selain
sahabat2 terdekat, sahabat SMP, SMA, Kuliah, termasuk sahabat2 yang ada dalam
video ini. Kesalahan pun banyak terjadi, salah masukin, salah masaklah, salah
catatlah. Amatiran bgt pokoknya. Lagi2 para sahabat memaklumkan, lebih dari itu
memaafkan. Bahkan ada teman yang mau membantu memfoto masakan gw untuk
kebutuhan publikasi tanpa memungut bayaran.
Dan hari berganti minggu, terus berjalan. Teman2 pun silih berganti memesan. Alhamdulilah, keadaan rumah tangga gw sangat terbantu. Tidak satupun dari teman2 gw ini yg meminta diskon, bonus, tester atau permintaan tambahan apapun, malah terkadang mereka membayar lebih dari apa yg gw tagih…duh, baiknya.
Gw inget bgt doa gw sebelum memulai memasak pesanan Lebaran, gw
benar2..maksud gw BENAR2 berdoa kepada Tuhan jadikanlah masakan gw tidak
rusak,dan dapat dipergunakan oleh sahabat2 gw yang baik hati ini, Ya Allah
jangan buat saya mengecewakan mereka. Kasihan, mereka sudah baik sekali. Proses
memasak pun gw kerjakan dengan hati hatiii bgt.
Tapi nasib berkata lain, singkatnya ada beberapa makanan yg
rusak, gw dan istripun rasanya pengen nagis berdua, kerja 3 hari kok gini, kami
udah lelah sekali, udah capek, pengen nangis aja rasanya. Disaat itu gw merasa
Tuhan berlaku gak adil sama gw. Knp terjadi pas lebaran? Kenapa harus pas buat
teman2 gw yg udah membatu gw?
Dan sekali lagi. Tuhan bekerja dengan caranya. Untuk entah
keberapa kalinya. Sahabat2 gw ini memaafkan dan lebih dr itu memberikan
semangat. Pelan2 gw dan istri bangkit, dimulai dengan mendata makanan yg rusak,
merencanakaan belanja lagi, mengulang lagi semua proses demi mengganti pesanan
yg rusak. Capek, tapi harus.
Keadaan mulai membaik di H-1 lebaran. Tuhan seperti bercanda
sama gw, dimana dihari sebelumnya hidup gw seperti neraka, di hari sabtu ini
semua berjalan lancar tanpa ada kendala apapun, bahkan mulai sore hari
berdatangan parcel dari sahabat2 dekat gw, sembako, kue, masakan, sampai
puncaknya murid2 gw secara mengejutkan membelikan kulkas. Disaat itu air mata
gw bener2 pecah berantakan, belum pernah rasanya sebahagia ini kecuali di hari
anak gw lahir. Dan malam tiba, pas istrihat gw pun buka2 FB, rupanya proyek
Ating sudah kelar. Lihat ah.
Yang pertama gw lihat adalah muka2 sahabat2 seperjuangan gw
dalam mencari nafkah, dan gw sadari sesuatu. Gw cengeng sekali. Teman2 gw di
video ini juga mengalami kesusahan yang sama seperti gw. Jobless. Semua
berjuang dengan caranya masing2. Pasti mereka juga mengalami kesusahan seperti
gw, pasti mereka juga mempunyai sahabat2 yang membantu seperti gw. Pasti mereka
juga berkomunikasi dengan Tuhan seperti halnya gw. Dan salah satu komunikasi
itu kami lakukan lewat video ini.
Entah kenapa, video ini kok syahdu bgt ya? Cermat cermat gw
lihat satu persatu wajah2 di kotak2 kecil ini, teringat cerita mereka, curhat
mereka, susah dan senangnya mereka, keluarga mereka. Seringkali kami saling
membantu ketika mendapat job, berbagi kesenangan dan berbagi kesusahan dalam
tugas. Konser bareng, rekaman bareng. Dan gw teringat sesuatu; dibalik susahnya
mereka, masih aja ada yg bisa membantu temannya yg lagi usaha.
Lirik lagu ini begitu menyentuh, bercerita tentang RahmatNya,
JalanNya, KasihNya dan terutama KuasaNya. Nyokap gw pernah mengajarkan bahwa di
dalam AlQuran tidak pernah ada kata “Kaya” yang ada adalah”Cukup” cukup rahmat,
cukup rezeki, cukup kenikmatan. Dan Kuasa Tuhan telah mencukupkan rezeki gw
dengan menghadirkan sahabat2 terbaik dimuka bumi ini. Dan untuk pertama kalinya
dalam 40 tahun, dengan kalian sebagai sahabat gw, gw merasa kaya, kalian telah
mebuat hidup gw begitu berwarna, karena kalian gw selalu kuat dan berada di
jalan yang benar dan bahagia.
Terimakasih para sahabatku terkasih mulai dari sahabat sekolah,
sahabat kerja, sampai sahabat lama. Kalian adalah berkah dari KuasaNya, Kalian
adalah rencana Tuhan dalam hidup gw.
Maafin gw ya, yang pasti pernah mengecewakan kalian dalam
perkataan atau perbuatan. Minal Aidin Wal Faidzin. I love you guys.
Comments
Post a Comment