Def Leppard Rock 'n Roll Wall of Fame : Penantian Empat Dekade
Def Leppard Inductee's Insight
Bagi gw Rock n Roll of fame mungkin 1000 kali lebih penting
daripada Grammy dan akhirnya gw pribadi sebagai fans, bisa bernafas lega
setelah Def Leppard (bersama The Cure, Janet Jackson, Steve Nicks, Radio Head,
Roxy Music dan The Zombies.) akhirnya menorehkan namanya di penghargaan
tertinggi bagi karir para musisi. Tidak tanggung2, yang memperkenalkan merperkenalkan mereka ke panggung Rock n Roll Hall of Fame adalah Brian May
Ada sesuatu tentang Def Leppard yang berbeda dengan band Inggris
lainnnya, katakanlah bersama Inductees 2019 lainnya The Cure, Band Inggris
selalu mengikuti trend yang ada, Cure sangat tepengaruh oleh New Wave 80an
seperti halnya juga Duran Duran (yang menjadi New Post Wave pada 90an begitu
single Ordinary World meledak) Radio Head sangat 90an tetapi dapat mengubah
sound mereka menjadi lebih fresh begitu pergantian milenial dan lain halnya dengan
Oasis yang terjebak di tahun 90an dan tidak bisa kemana2. Lagu2 Leppard sangat
"well written" dan diprokdusi dengan sangat api dan teliti
Leppard tetap pada rootsnya; hard rock n roll dengan riff2 maut sepanjang lagu. Sampai2 begitu takutnya Bon Jovi ketika Def Leppard memasuki pasar Amerika di tahun 80an, maklum sound dan riff Leppard sangat "Amerika" berbeda dengan band Inggris yang disebut di paragraf atas yang hanya mengandalkan chord. Maklum 80an adalah tahunnya pop, sedangkan rock menjadi ikon kecantikan lewat big hair dan glam rock nya.
Yang sangat Bon Jovi takutkan, Richie Sambora hanya memainkan riff2 blues standar namun tidak mempunyai riff2 menakutkan dan begitu membuat ketagihan seperti riff gitarisnya Leppard; Steve Clark. Tunggu! ternyata Leppard tidak hanya mempunyai satu gitaris hebat tapi DUA, satu lagi bernama Phil Collen dengan gitar Jacksonnya. Dan merekapun terkenal dengan sebutan The Terror Twin
Mereka berdua terdengar begitu perkasa dan
luar biasa. Lain dengan Izzy Stradlin yang selalu mengalah kepada Slash untuk
urusan lead guitar, Collen dan Clark tidak ada yg mau mengalah. Dua2nya sama
berbakat, Dua2nya sama2 liar. Mereka bukan hanya duet maut, tapi juga duet dari
neraka. Album "Hysteria" adalah album yg membuktikan kehebatan dua
gitaris ini. Coba dengarkan "Pour Some Sugar on Me" pembagian tugas para
gitaris ini sangat jelas dan rapi. Bahkan Collen merasa tidak perlu menambahkan
solo break pada lagu ini, karena sound gitar yang sudah sangat kaya dan tajam.
Melompat ke sisi ballad album yang sama yaitu "Love Bites" kembali ke era itu,
dimana era distorsi gitar begitu penting untuk seorang lead gutarist dan seorang
rhytm guitar hanya boleh puas dengan clean effect atau sedikit distorsi (note:
peraturan ini tidak berlaku untuk Metallica) Collen dan Clark memutarbalikkan
mitos itu. Silahkan dengan solo part Love Bites.
Lewat lagu ini pula kita pindah ke Joe Elliot sang vokalis. Bagi beberapa orang vokal Elliot mungkin terdengar seperti dipaksakan, sedikit serak, sedikit cempreng...tanggung. Tapi ingat, Elliot awalnya bukanlah seorang vokalis, posisinya digantikan Steve Clark ketika mengetahui temannya itu lebih jago bermain gitar dari pada dirinya. Sampai pembuatan album pertama pun Elliot tetap cuek men-take vokal middle range di lagu "Bringin' on the Heartberak" namun sang produser, Robert John "Mutt" Lange , mencoba menurunkan nada dasar lagu demi mencapai pitch vokal yang lebih tinggi. Hasilnya? Boom! Jadilah Joe Elliot yang baru
"You are the treasure, I'm
the map. Let me guide you through this" berkata Mutt kepada Elliot saaat
itu
Dua orang yang permainannya dinilai "biasa2 saja" ya
hanya Rick "Sav" Savage sang bassist dan anggota termuda; drummer Rick Allen. Namun perlu catatan tambahan disini, tidak ada di dunia ini drummer
dengan satu tangan kecuali Rick Allen, dan tidak ada di dunia ini bassist yang
menjadi frontman dari sebuah grup rock kecuali Sav. Bila terpikirkan hanya
gitaris atau vokalis yang bisa menjadi frontman, maka Leppard mempunya Sav,
bassist rock paling charming dan berkharisma di dunia. Sav dan John Taylor dari
Duran Duran mempunya tugas yang sama di bandnya masing2 : play a stable bass
line and being charming"
Ketika Steve Clark meninggal posisinya digantikan oleh Vivian Campbell gitaris jebolan White Snake. Namun
permainan Campbell jauh lebih lembut dari pada Clark, But this is a blessed in
disguised. Tahun 90an adalah tahunnya Rock Ballad, tepat sekali dengan
kedatangan Campbell. Dan sekali lagi terbukti Leppard dapat berevolusi dengan
sukses. Silahkan menikmati "When Love and Hate Collide" yang
terdengar begitu segar dan modern, dipasarkan dengan vido klip yg membuat
mereka terlihat "sedikit jinak" hingga mampu mendapatakan atensi
fans2 baru.
Sampai sekarang lagu2 Def Leppard tetap menjadi landasan hard
rock n roll, dan masih terdengar segar di kuping. Leppard masih menjalani tour
dunia mereka. Lets Get Rocked!





Comments
Post a Comment