The Life and the Legacy of the Temptations

 


    Pada tahun 50-60an, Ibu, Bapak atau mungkin Kakek dan Nenek kita di Indonesia tidak pernah mendengarkan rekaman The Temptations, The Supremes ataupun The Miracles. Wajar karena pada saat itu Presiden Soekarno sedang galak2nya melarang musik dari luar.

    Dan imbasnya memang bagus untuk permusikan Indonesia. Datanglah Ismail Marzuki, Mochtar Embut, Bing Slamet, dan juga menjadi tonggak bersejarah untuk dekade kedepannya seperti KoesPloes, Bimbo dengan ciri dan keunikannya sendiri2. Saking berbakatnya musisi2 Indonesia saat itu bisa dibilang kita tidak pernah rugi untuk tidak pernah mengenal musisi2 luar negeri pada dekade itu

    Cuma ini sih agak menghayal ya…gimana kalau Presiden Soekarno tidak pernah melarang musik “ngak ngik ngok” (istilau beliau untuk musik luar pada saat itu) Tengoklah tahun 70an, betapa majunya God Bless dan Giant Step bahkan Rhoma Irama terpegaruh oleh Deep Purple. Ganasnya disko dari ABBA dan Beegees seolah merangsang musisi2 muda seperti Gypsy dan Fariz RM untuk menciptakan genre disko dengan kearifan lokal yang super keren. Genre spesial ini kemudian terkenal dengan sebutan “Indo Pop”.

    Maju ketahun 2005-200an ketika musik barat seperti sedang mecari jati diri, musisi anak2 muda mengambil intisarinya sendiri dan menciptakan sound mereka.

    Dimulai dari Naif pada paruh 90an yang nekat mengambil tema 70an dan tiba2 para adik kelasnya di IKJ seperti menyambut meriah kenekatan kakaknya, munculah band band IKJ yang sangat mumpuni seperti White Shoes and the Couple Companies, The Adams, Berandal, ataupun The Upstair. Bahkan Efek Rumah kaca masih bertahan sampai sekarang.

    Di seberang garis genre, Acid Jazz ala 90an tumbuh subur di Indonesia. Lihatlah bagaimana The Groove menyerap dengan baik Jamiroquai dan The Brand New Heavies, lalu dilanjutkan oleh para jenius dari Maliq and the Essential, rasa dan aroma jazz pop Earth Wind and Fire yang sangat 70an kental mereka pamerkan dengan cirinya tersediri.

    Itulah musisi Indonesia, sendiri hayuk, tepengaruh juga hayuk. HiVi lain lagi, para remaja imut2 ini tidak perlu mengambil roots trend dari barat. Mendengarkan satu album Hivi saja kita langsung teringat khazanah permusikan Om dan Tante mereka ketika IndoPop berkibar. Taste elegan Hivi sangat terpengaruh oleh musik2 Chandra Darusman dan Fariz RM

    Dan itu yang kita sebut dengan Legacy. Entah seperti apa permusikan Indonesia sekarang apabila vinyl Motown pada tahun 50an dijual bebas di pasar Senen. Tidak ada yang bisa membayangkan. Yang jelas Motown sangat disayang dan berpengaruh kuat terhadap permusikan Amerika. Ketika itu Amerika sedang dipermainkan hatinya oleh lagu2 cinta merdu yang liriknya sangat manis sekali. Perlu diingat ketika itu menjadi kulit hitam di Amerika amatlah sulit. Salah perkatan sedikit, penjara atau pentungan polisi sudah menunggu. Karena itu para orang tua mendidik anak2nya dengan keras agar selalu sopan dan manis bila bertemu siapa saja, dan sikap sopan dan manis ini tertuang dalam cara mereka menulis lagu, romantis bgt. Pokoknya beda bgt dah sama Hip Hop jaman sekarang.

    Motown adalah singkatan dari “Motor Town” merajuk kepada kota Detroit yang pada saat itu adalah kota pekerja dengan industri mobil lokal yang sedang berkembang, Ford dan Mustang adalah sedikit dari mobil muscle Amerika produksi Detroit. Namun sayangnya anak muda pada saat itu ogah menjadi ayahnya, yang cuma menjadi buruh pabrik mobil. Mereka bermimpi menjadi seorang Louis Armstrong atau Nat King Cole baru.

Detroit di tahun 50an

    Revolusi musik pun terjadi di Detroit. Bagi anak muda disana pilihan hanya dua, menjadi penyanyi atau buruh pabrik. Lalu vokal grup pun tumbuh subur di tiap pojok kota itu. Kenapa vokal grup? Bukan band? Karena mereka tidak mempunyai uang untuk membeli istrumen, jadilah vokal grup acapella bernyanyi di tiap jalan Detroit. Istilah harmoni ini kemudian dikenal dengan Doo Woop.



    Vokal grup ala Detroit sangatlah simple namun indah, terdiri dari empat atau lima remaja yang menyanyikan part Bass, Bariton dan Tenor dengan potongan rambut ala penyayi kulit putih. Lucu sekali melihat mereka meluruskan rambut afronya di-gel keatas berjambul ala Elvis Presley. Mode ini sangat dibenci oleh para ayah mereka saat itu.


    Adalah Otis Williams, seorang bariton yang sangat bersemangat dan terobesi menjadi penyanyi, mempunyai ayah tiri yang baik hati dan pekerja keras, namun menentang usaha Otis untuk menjadi penyanyi. Di lain pihak sang ibu sangat merestuinya.

Otis Williams

    Dari awal Otis sudah menjadi sang manajer, merangkap penulis lagu dan bahkan menjadi supervisor grupnya bila diperlukan. Ketika itu Otis mengumpulkan tiga teman SMA-nya, Salah satunya adalah Elbridge Bryant yang sangat emosional dan tidak sabaran untuk menjadi terkenal. Lalu mereka membetuk kwartet “Otis Williams and the Suberians” suara Otis yang baritone terkadang digas terlalu dalam untuk bernyanyi bass, taukan bass ala2 acapella jadul? “Dum pa dum dum, pa dum dum” C A minor, D minor ke G (kayak Kuburan Band). Sehingga memaksa mereka untuk mencari seorang penyanyi bass.

Elbridge "Al" Bryant

    Tersebutlah nama seorang penyanyi bass yang sudah sangat beken dikalangan anak2 SMA Detroit saat itu, dia bernama Melvin “Blue” Franklin. Anak ini ternyata sangat polos dan pemalu, sehingga banyak sekali di-php-in sama vokal grup2 lainnya dengan mengembeli bahwa vokal grup mereka akan dikontrak oleh HitsVille USA

Melvin "Blue" Franklin


    HitsVille USA adalah sebuah perusahan rekaman dengan label Motown Record yang menampung banyak vokal grup maupun penyanyi solo asli Detroit dengan boss legedarisnya Berry Gordy.

Ketika itu banyak sekali anak muda yang berharap untuk dikontrak oleh Motown. Namun hal inilah yang membuat ibunda Blue kesal, anaknya sudah berapa kali bolos sekolah dan jarang pulang karena ya itu, di php-in bocah2, yang mana ternyata kontrak dari Motown tak kunjung datang. Sampai ketika Otis nekat berkenalan dengan Blue yang ketika itu baru saja keluar dari Grup “Boys Master”

Menunggu audisi di depan studio Hitsville USA

    Ketika itu jawaban Blue sangat simple, ya kira2 gini “Yah gw mah mau aja bang, emak gw tapi…resek” Otis pun menawarkan untuk berbicara dengan Mama Rose, sang ibunda dari Blue yang ternyata sangat galak. Namun pesona dan wibawa Otis mampu meluluhkan Mama Rose yang membuat Otis harus berjanji untuk selalu menjaga dan berbuat benar kepada Blue. Janji yang mana Otis penuhi sampai Blue meninggal. Dalam riwat Temptations, Mama Rose ini hadir sebagai seorang ibu yang dituakan dan dihormati. Ia juga sering menasehati para anggota Temptations. Yah, kek Bunda Ifet di Slank lah kira2. Nasibnya pun sama, rumahnya dijadiin base camp.

Rose Franklin alias "Mama Rose"

    Dan sekang Otis Williams and the Suberians mempuanyai seorang penyanyi bass handal yang sangaaaat ngebass. Istilahnya kalo di paduan suara, Bass 3 kali, hehehe. Latihan pun dimana2 sebisa mereka, dengan lagu2 ciptaan Otis, mereka latihan di sekolah, rumah, bahkan di jalanan, sampai seorang produser tidak sengaja mendengar latihan mereka dan mengundang mereka untuk beberapa kali sesi latihan.

    Produser itu adalah Johnny Mae Matthews. Yang mana menjadi manager pertama Otis and the Suberians. Karena Johnny Mae, Otis dkk dapat menjalani gig pertama mereka di city hall Detrot. Gig itu sangat menentukan karir mereka, karena hampir semua vokal grup terbaik di Detroit mengikuti acara itu. Namun Jhonny Mae menuntut pergantian nama menjadi “Otis Williams and the Distant” Pergantian nama sepihak yang mana akhirnya merugkan kelompok Otis nantinya.

    Malam yang ditunggu akhirnya datang juga, setelah bernyanyi dengan sangat baik, mereka lalu berkenalan denga vokal grup yang jauh jauh lebih baik dari pada mereka, mereka adalah Florance Baller, Marry Wilson, Diana Ross, Eddie Kendrick dan Paul Williams (Otis dan Paul tidak ada hubungan saudara, nama Williams sangat banyak dipakai pada saat itu) dan mereka menamakan diri mereka “The Prime and the Primettes” Otis dan Blue sangat terkagum2 menyaksikan aksi panggung nereka, tiga wanita yang sangt cantik dan dua pria yang tampan, menyanyikan “Please, please, please (Stay)” dengan koreagrafinya yang menggoda. City Hall sangat terhibur denngan kehadiran mereka.

    Satu2nya orang yang tidak suka dengan penampilan Primes hanya Al, si Tenor "Otis and the Distant". Al memang mempunyai sifat emosional yang parah, pemabuk dan ego sentris. Namun suara Al yang luar biasa tinggi memang dibutuhkan Otis.

    Di city hall pula mereka bertemu dengan Berry Gordy, boss dari Hitsville USA beserta dengan Music Director-nya Smokey Robinson, tujan Berry dan Dan Smokey saat itu adalah mencari vokal grup wanita, karena Motown Record blm mempunyainya. Maka kemudian dikontraklah, Diana Ross, Florance Baller dan, Marry Wilson dan kemudian dikenal sebagai “The Supremes” dan meninggalkan dua rekannya Eddie Kendrick dan Paul Williams yang sekarang sedang mencari vokal grup baru.

Smokey Robinson

    Malam itu benar2 apes buat Otis dkk, selain dikalahkan oleh Prime, ternyata mereka juga ditipu oleh Jhonny Mae. Semua uang pembayaaran dari gig itu diambil oleh Mae dengan alasan bahwa nama Otis Williams and the Distant adalah hak milik Mae semata bahkan semua lagu Otis juga diambil. Sebegitu kekinya, Otis langsung memtuskan semua kontrak mereka. Namun kejadian itu juga meninggalkan luka, dua anggota Distant, Richard dan Bones sudah terlalu muak karena nggak maju2, akhirnya mereka meninggalkan Distant. Sekarang Distant hanya mempunyai tiga anggota, Otis, Blue dan Al.

    Namun Otis tidak menyerah, setekah perkelahian malam itu, dia langsung mencari Berry Gordy dan berhasil mandapatkan kartu namanya. Sekarang tinggal mencari anggota Baru. Di lain pihak, dengan modal ramah dan ketenarannya, Blue berhasil membujuk Eddie Kendrick dan Paul Williams ke dalam grup dengan perjanjian, Otis tetap pemimpin grup mereka.

Eddie "Corn" Kendricks, Paul Williams & Melvin Franklin

    Seperti biasa, El tidak setuju dengan kehadiran mantan The Primes, tapi Otis berhasil membujuk Al untuk melakukan satu sesi latihan.

    Latihan pertama mereka diadakan dirumah Otis, disaksikan dan disemangati oleh ibunda Otis dan Mama Rose. Ternyata suara Eddie dan Paul sangat memenuhi standar, bahkan lebih. Paul mempunya range tenor suara diantara Al dan Otis, sangat seksi dan soulful, sedangkan Eddie mempunya suara falsetto yang sangat tebal, merdu dan manis.

    Latihan bersejarah ini bukan hanya menghasilkan nama baru “The Elgins” and the namun juga Eddie dan Paul memperkenalkan koreografi ala Motown yang sangat terkenal “Because we will sell our voices and our sexes” demikian dia berujar saat itu. Mama Ross dan ibunda Otis pun sangat terkagum2 hingga meminta anak2 mereka untuk mengikuti Audisi di HitsVille USA. Otispun menelepon Gordy, dan Gordy menyambut ramah.

    Maret 1961, Otis dkk mendapatkan audisi pertama mereka di major label, disana mereka berkenalan dengan para senior yang sudah dulu membat album dengan Motown, diantaranya adalah kakak beradik yang terkenal dengan suara rock n rollnya, Jimmy dan David Ruffin ketika itu Jimmy Ruffin diprediksi akan menjadi pengganti Chuck Berry, sedangkan adiknya David yang masih mencari kesempatan.

    Lucunya sebelum sesi audisi dimulai, Gordy tidak menyukai nama “The Elgins” karana pada saat itu “Elgins” adalah merk jam tangan terkenal di Amerika, dan Gordy memita mereka menggantii nama grupnya. Berjam2 mereka memutar otak di teras HitsVille mencari nama yang tepat. Entah kenapa pada saat itu kok nama grup harus wajib ada “THE” nya, jadi terucap lah berbagai macam THE, mulai dari The Elixir, The Pontiacs, The Radicals sampai The Undertaker (Pengurus kuburan hihihihi) Akhirnya Paul berucap “It must be forbid, everyone want it, but its forbidden. Its gonna be something sexy” dan terciptalah nama “THE TEMPTATIONS”

    Dimulailah audisi itu, mereka mereka menyanyikan “Oh, Mother of Mine” secara acapella dengan harmoni2 yang mematikan, ditambah dengan koreo ciptaan Paul dan Eddie yang amat teramat cool sexy. Penampilan mereka di ruang studio malam itu begitu fenomenal. Namun tak da seorang pun dari para pegawai dan musisi HitsVille yeng berkomentar, bertepuk tanganpun tidak. Lalu Otis memberanikan diri bertanya kepada Gordy “So do you like it?” tanyanya. “No” Jawab Gordy dingin “I loved it!!” rupanya mereka tidak bertepuk tangan karena amat kagum dengan penampilan Temptations. Esoknya The Temptation melakukan tanda tangan kontrak pertama merka dengan Motown Records



        Sekarang The Temptation sudah menjadi mesin uang Motown dan mendapat kepercayaan penuh, bahkan Gordy sendiri yang menulis lagu2 di awal2 album Temptations (sampai kemudian menyerahkannya pada Smokey Robinson)

    Yang paling unik dari seluruh assembly line pembuatan album the Temptations adalah Gordy mengumplkan Eksekutif penjualan, produser, penulis lagu dan kritikus musik dalam satu ruangan, lalu dia memutar satu persatu rekaman Temptation lalu bertanya; “Bila anda mempunyai uang satu dollar terakhir, anda akan membeli album ini atau sandwich?” Semua menjawab “sandwich”

    Begitu frustasinya Otis dkk saat itu, rasanya pembuatan album ini tidak ada ujungnya, sampai Smokey Robinson sang asisten memberanikan diri untuk membuat lagu bagi Temptation, boss pun merestui.

    Smokey adalah pemuda tampan dengan segala kejeniusan bermusik, sebelum ia mendirikan “Smokey robinson and the Miracles” dia sudah dipercaya Berry Gordy untuk menjadi asistennya sekaligus Music Director Motown Records, dengan usia yang sangat muda, Smokey sudah dipercaya untuk menulis dan menelurkan lagu2 yang keluar dari Motown. 80% produksi Motown adalah berkat kejeniusan Smokey.

    Seperti bisa ditebak, Lagu2 Smokey lebih cocok dengan Temptations, karena usia mereka yang tidak terpaut jauh dan Smokey pun sudah seperti anggota ke-6 The Temptation, karena sering mereka nongkrong bareng. Bahkan bagi Mama rose, Otis dan Smokey sudah seperti anak sendiri.

    Namun itu belum cukup, masih ada sesuatu yang hilang. Dua tahun sudah temptation bergabung dengan Motown, mereka sudah menelurkan dua album, namun tidak ada single hits yang keluar dari dua album tsb. 

    Sampailah momen itu di malam tahun baru 1964.

    Temptation dipercaya untuk menghibur para pegawai Motown Record di HitsVille USA, entah kenapa setelah tampil Al kembali berulah, bahkan sampai memukul Paul di belakang panggung. Al selalu menjadi orang yang paling negatif di grup. Rupanya pemukulan terhadap Paul bagi Otis sudah sangat melampui batas, sehingga, sebagai pemimpin grup, ia pun memecat Al. Dengan sisa profesionalisme yang masih ada, Temptation kembali naik panggung. Ketika manyanyikan “Shout”

    Saat itu Eddie Kendricks mengundang Jimmy Ruffin ke panggung. Lagu shout ini emang asik buat sing a-long dan ganti2 penyanyi, saking asiknya Jimmy pun mengundang adiknya David ke panggung dan apa yang terjadi? David, seperti kesetanan, memberikan seluruh kemampuan vokalnya diatas panggung dan membuat yang hadir disana merinding disko. Koneksi kimiapun terjadi

David "Ruff" Ruffin

    Setelah tampil mereka berkumpul di rumah Mama Rose untuk sarapan, bersama David Ruffin dan Smokey Robinson. Setelah ngobrol, ternyata banyak sekali persamaan latar belakang dan musikalitas mereka dengan David. Tanpa malu malupun David berucap dengan rendah hati “Man, I just really wanna singing with y’all”. Ketika itu Smokey terikat kontrak, sehingga tidak bisa mengikuti rekaman ataupun tergabung dalam grup apapun selama masih menjadi Music Director Motown. Smokeypun merestui merjer tersebut. Disinlah momen The Temptation terjadi.

    Smokeypun sebenarnya sudah ingin menyatukan David Ruffin dengan Temptations dari awal. Suara David yang syahdu, megah dan sangat maskulin akan sangat cocok bagi The Temptations namun Smokey tidak bisa bergerak banyak karena banyak sekali vokal grup Motown yang butuh perhatiannya. Namun jodoh tak kemana, sehingga terbentuklah The Classic Five of Temptation yang sangat terkenal :

The Classic Five

    Ketika itu Motown sagat heboh dengan merjer ini. Rasanya seluruh range suara dalam Temptation sudah terpenuhi. Berry Gordy pernah berucap 

“Semua anggota Temptations mampu dan pasti sukses bila menjalani karir sebagai penyanyi solo. Namun sukses tidak cukup bagi mereka. Mereka memilih bergabung untuk menciptakan yang namanya keajaiban”

    Setelah David Ruffin menandatangani kontrak, sesi brainstromingpun dilakukan antara Smokey dan Temptation untuk pembuatan album berikutnya. Keajaiban pun terjadi, seluruh elemen rasanya bekerja sama dngan baik. Dimulai dengan single “The Way You Do The Things You Do” yang akhirnya masuk dalam urutan 76 dalam Billboard Hot 100s dan diajaknya Temptation dalam tur Amerika bersama Motown Record.



    Ketika itu tur musik belumlah seglamour sekarang, mereka hanya menyewa bis muatan 30an orang yang diisi oleh para musisi dan tehnisi, termasuk sang bos Gordy dan Smokey. Semua nama legendaris masuk dalam satu bis, selaian The Tempatation ada juga Marvin Gaye, Tammy Tarrel, The Supremes, The Vandellas, Mary Wells, The Miracles. Bisa dibayangkan, betapa kerennya kalo mereka satu bis nyanyi naik naik ke puncak gunung.

Sebagian dari rombongan tur Amerika Motown (nyelip juga Stevie Wonder)


    Tetap saja bintang dalam tour itu adalah Temptations, termasuk dalam perjalanan ke Amerika bagian selatan, seperti Tennesse ataupun Memphis yang masih membenarkan perbedaan warna kulit. Selain bus Motown yang beberapa kali diserang oleh orangtak dikenal sambil menerikakan “Go back north you N****” juga pemisahan penonton kulit putih dan hitam di semua gedung pertunjukkan, sesulit itulah tour Motown pada saat itu. Namun tour itu tetap terhitung sukses.

    Setelah tour, Temptation kembali mengeluarkan album dengan banyak hits yang hampir semuanya masuk Billboard Hot 100, diantara yang paling terkenal adalah “The Girls Allright with Me”

    

    Puncaknya adalah ketika Smokey menulis lagu dan untuk pertama kalinya mempercayakan David Ruffin untuk menyanyikan leadnya.

Single legedaris itu berjudul ya apalagi selain “My Girl”. Single ini benar2 membuat Temptation melesat ke bulan. Selain akhirnya bisa menebus rangking pertama dalan Billboard, video klip, sesi foto, wawancara radio dan TV serta pundi2 uang masuk kedalam rekening mereka.



Otis membelikan mobil baru untuk Ayah tirinya, Blue memanjakan Mama Rose dengan segala yang ia punya, Paul begitu memanjakan istrinya, dan Eddie yang single masih asyik memanjakan dirinya.

    Namun David secara misterius berubah menjadi seorang eksentrik. Sementara teman2 sudah merasa cukup dengan Cadillac baru, dia membeli Rolls Royce Silver Cloud untuk dirinya sendiri. Bahkan yang aneh dia seperti “membeli” teman dalam diri seorang penjilat yang bernama Flynt. Entah orang ini darimana, yang pasti dia bertindak sebagai pengwal, supir dan penasihat David dan tidak lupa Flynt adalah seorang pengguna narkotik kelas berat. Ditambah saat itu David berpacaran dengan Tammy Terrel yang reputasinya juga tidak baik diantara artis Motown. Jadilah David seorang yang tidak dikenal lagi oleh sahabat2nya, bahkan mulai tidak disiplin dalam pertemuan rapat dan sesi latihan.

    Smokey tidak mempermasalahkan hal tersebut, malah dalam beberapa album ke depan, Smokey lebih mempercayakan lagu2 Temptations untuk dipimpin vokalnya oleh David setelah beberapa lama dipimpin oleh Eddie sebagai lead singer. Yang paling terkenal selain My Girl, tentu saja “Ain’t Too Proud To Beg” begitu ngehitsnya lagu ini, membuat David pongah dan merasa lebih besar daripada Temptation. Pikiran itu tidak jauh dipengauhi oleh ketagihannya atas narkotik yang mulai menggerogoti dirinya.   

 


    Suatu waktu Blue dan Otis datang ke rumah David dan berbicara baik2 tentang masa depan David dalam bisnis dan sebagai sahabat yang khawatir. Mengingatkan bahwa sudah beberapa kali David melewatkan rapat penting dengan Gordy .Bukannya berterimakasih, David malah merasa Otis dan Blue cemburu. Blue tidak tahan, penyanyi bass yang pemalu yang tenang ini tidak tahan, dan mengatakan benda terkutuk ini telah merubah David dan menendang meja narkotik tersebut. David pun tersinggung dan mengusir mereka, bahkan dengan sombongnya dia akan merubah nama grup menjadi “David Ruffin and the Temptations”

    Salah satu rapat penting yang david lewatkan adalah pembahasan Gordy tentang “Cross Over” Gordy melihat betapa banyaknya sekarang pemuda kulit putih yang menggilai Temptation, Gordy melihat ini sebagai peluang bisnis bahkan secara sukarela menyerahkan kursi manajernya kepada Shelley Berger, seorang Manajer dan Produser kulit putih yang pada saat itu belum terlalu terkenal. Gordy merasa Temptation harus mempunyai “elemen putih” untuk menyukseskan misinya.

    Berger adalah seorang yang berhati baik dan professional. Dalam dirinya dia juga adalah seorang fans Temptations. Gordy sengaja memilih Berger karena melihat kedisiplanan dalam dirinya, dan saat itu Berger belum banyak menangani artis, jadi waktunya bisa lebih banyak dihabiskan kepada Temptations.

    Rencana Berger adalah membawa Temptations ke TV nasional dalam prime time, Las Vegas sampai Copacabana sebagai finalnya. Semuanya venue yang berbau “putih” sampai juga pembuatan album berikutnya yang harus “less Motown” dan lebih beraroma Beach Boys yang mana diharapkan akan membawa Temptation ke major rekaman lainnya di selatan Amerika, Nashville yang legendaris, namun sebagian sahan Temptations masih dalam penguasaan Motown sebagi ruah sang artis. Nashville juga tidak 100% berani merebut semua hak cipta dan ide krreatif Temptation. Apa jadinya Temptations apabila tidak ada “aroma Motown”-nya. Otamatis ini akan memberikan berkantong kantong lembaran 100 Dollar ke rekening Motowon Record.

"Sound Emporium" salah satu studio rekaman yang terbaik di Nashville

    Paul protes keras, yang lainnya raga ragu. Namun Gordy meyakinkan bahawa Temptation adalah grup terbesar saat ini, tepatnya “The Biggest BLACK group in the business I want you to be THE BIGGEST GROUP IN THE WORLD” Mereka pun terdiam memikirkan keadaan negative Paul akan alkohol, Suara indah eddie yang sekarang terpengaruh rokok dan terutama si bad Boys David yang gak jelas juntrungannya. Apakah ini saat yang tepat?

    Temptations pun akhirnya menandatangi kontrak dengan Berger. Bergerpun menepati janjinya, empat anggota melakukan pekerjaan sebaik2nya. Namun David sudah menjadi duri dalam daging. Bukan hanya tidak datang latihan, namun juga tidak dang ke show Temptation. Puncaknya adalah ketika show Copacabana tahun 1969, dimana David tidak hadir dalam show itu. Yang datang malah Flynt yang dengan santainya bilang David gak mau hadir kalau namanya belum dirubah menjadi “David Ruffin and The Temptation” akhirnya set lagu malam itu dirubah semua menjadi set lagu yang di lead oleh Eddie. Cukup sampai disini. Besok David keluar! Seru Otis ke teman2nya setelah show dan Berger sangat mendukung penuh keputusan itu


    Dengan dingin, Temptation meminta Berger untuk menyampaikan surat pemecatan kepada David Ruffin. Imbasnya bisa ditebak, setelah ngamuk, David kembali ke pelukan narkotika.

Temptationpun tak kalah terpuruknya. Mereka kehilangan salah satu penyanyi dunia terbaik di dunia dan mencoba menggantikan David dengan Dennis Edwards



    Dennis Edwards adalah penyanyi hebat, namun tak pernah sukses di audisi Motown. Ia bersahabat baik dengan para anggota Temptations sejak di Detroit. Dia mengambil kesempatan ini dengan penuh disiplin dan kerendah hatian, sampai akhirnya ia diperaya untuk menjadi lead singers di hits “Papa Was A Rolling Stones”.



    Hebatnya pergantian David Ruffin ke Dennis Edward bukannya menurunkan popularitas Temptations bahkan sebaliknya. Taktik jenius Gordy dan Berger untuk ber-cross over sukses berat.

    Temptations mulai mendapatkan bahkan mengumpulkan Grammy mereka. Namun semua itu hanya membawa mereka ke jurang yang dalam. Paul makin parah pada ketergantungan alkoholnya, bahkan mulai melakukan KDRT. Eddie juga gitu dengan kebiasaan merokoknya. Yang paling menyedihkan adalah Blue. Blue mengalami semacam penyakit tulang yang langka di lutut kanannya, makin lama makin memburuk dan membuatnya tidak bisa manari lagi diatas panggung, malah terancam lumpuh. Namun Blue merahasiakan itu semua, karena dia merasa masalah Paul lebih berat.

    Sementara Berger sudah muak dengan Paul, dia merasa Paul harus sudah dikeluarkan, jatuh pingsan dalam dua show mengisyratkan bahwa Paul sudah habis. Eddie sabagai sahabat setia Paul menentang ide itu habis2an, bahkan dia merasa Berger dan Otis sengaja memecat anggota Temptaions satu persatu. Eddie tetap sahabat yang menjaga Paul, dia hadir dalam setia sesi rehab dan pengobatan.

Sampai vonis dokter menyatakan Paul sudah tidak bisa perform lagi. Disaat itu fungsi keseimbangan Paul sudah rusak parah.

Namun Paul masih sanggup bernyanyi. Dia mati2an menyembuhkan diri. Berkat dukungan keluarga dan sahabat ia kembali pulih walaupun tidak 100%, dan turut berperan dalam hits “Just My Imagination”.


    Temptation pun kembali berlima dengan perjajian tidak ada show lagi sebelum Paul sembuh betul. Notes dikit dari gw ah. Just MY Imagination ini benar2 lagu favorite gw dari Temptations, lagu ini begitu tenang dan dewasa dan Eddie Kendrick bernyanyi sangat luar biasa dalam single ini”

    Namun nasib berkata lain, Paul tak kunjung pulih, padahal tawaran manggung sudah datang darimana2, akhirnya sementara Paul digantikan oleh Richard Street, anggota Temptation ketika masih bernama Otis Williams and the Distant. Eddie sangant membenci Otis dan Richard sehingga ia memutuskan keluar dari Temptations.

Richard Street


Semantara Paul sangat depresi, dia tetap meminta Otis untuk menerimanya kembali di Temptations, namun Otis sangat khawatir dengan kesehatannya dan dengan sangat berat hati menolak Paul. Paul sangat terpukul dengan kejadian ini. Sangat terpukul sehingga membuatnya meyudahi hidupnya.



Paul Williams melakukan bunuh diri di mobilnya pada malam hari tahun 1972.

    Sepertinya nasib buruk selalu menghatui Temptations, sejak pemecatan David, keluarnya Eddie dan meninggalnya Paul, berikutnya Blue tertembak kaki kirinya dalam perampokan mobil, sekarang kedua kakinya terancam lumpuh total. Padahal Temptations sedang mempersiapkan tur Eropanya. Lagi2 Otis harus memutuskan segalanya, dengan restu Blue ia tetap melakukan tur Eropa. Untuk pertama kalinya Otis melakkan tur tanpa sahabat2nya, hanya dengan para penyanyi pengganti.

    Di lain cerita, Eddie Kendricks masih sehat walfiat, mencoba peruntungandalam bernyanyi solo. Karir Eddie not bad lah, ia sempat menelurkan hits “Keep on Truckin’” Yang membuat David Ruffin kemballi menghubunginya dan ia mencoba membujuk Eddie untuk membentuk grup baru. Dan grup ini lumayan sukses. Bayangkan sekarang ada dua Temptation. Hadeh makin ribet aja ini….



    Namun David tetaplah David, grupnya bersama Eddie akhirnya terpuruk lagi kerena ketidak disiplinan David. Disaat yang sama Otis ingin mengadakan gencatan senjata, ia meminta Motown untuk membuat The Temptation Reunion dengan semua penyanyi yang pernah bergabung dalam bendera Temptations. Ide ini disambut baik David dan Eddie.



    Awal yang baik pun dimulai kembali, total semua personil The Temptation saat itu ada total ada tujuh orang, The Classic Five ditambah dengan empat orang yang pernah menggantikan mereka. Pada suatu sesi latihan akhirnya David dan Eddie memberikan penghormatan kepada Otis untuk mneyatukan kembali kelompok ini. Sedangakan Blue berangsur2 pulih dan dapat kembali ke panggung. Reunion show pun berjalan lancar, Semuanya terasa baik dan lancar. Sampai…

    Malam itu Temptations masih dalam tur. Tiba2 Blue mandapatkan telepon dari Josephine, istri Otis, yang memberikan berita duka bahwa anak mereka, Lemont, meninggal karena kecelakaan. Otis begitu terpukul. Ia kembali unruk semantara ke Detroit untuk memakamkan anaknya.

    Disinilah arti kehadiran Otis Williams bagi Temptations. Tepat begitu sang pemimpin pergi, David kembali ke pangkuan penjual narkotik, lebih dari itu ia hilang entah kemana dan kejadian ini membuat mood seluruh anggota drop. Tetapi Otis tetap menjalan turnya dan meninggalkan David setelah kembali dari Detroit.

    Pada tahun 1989 akhirnya The Temptations mendapatkan pengakuan dari Rock n Roll Hall of Fame. Pengajuan ini diberikan pada setiap musisi yang dinilai telah mempunya andil besar dalam industri musik. Kualitas, penjualan album, banyaknya tur sampai ke pengaruh mereka bagi masa depan musik dunia. Intinya siapapun yang diakui oleh lembaga ini adalah seorang legenda hidup. Secara tradisional Rock n Roll Wall of Fame tidak menentukan anggota grup yang boleh atau tidak untuk datang, maka seringkali terjadilah semacam reuni di panggung Rock n Roll of Wall of Fame antara anggota band terkini dangan anggota band yang sudah keluar atau dipecat. Maka terjadilah suasana haru itu dalam pembatisan The Temptation, semua anggota hadir berpelukan, mereka berterimakasihh dan maminta maaf satu sama lain. Dan mereka persembahkan pengakuan rock n roll Halll of Fame ini kepada Paul Williams



    Sejak saat itu Temptation tidak lagi memproduksi apapun, album, tur semua kosong. Mereka hanya berkonsentrasi bersama keluarganya masing2. Mereak toh sudah jadi legenda. Uang royalty juga tetap masuk ke reking mereka dari ratusan hits yang pendah mereka buat. Pensiun yang indah.

    Setelah kematian Lemont, Otis bercerai dari Josephine, dan Otis tetap menjaga janjinyaya yang ia buat ke Mama Rose puluhan tahun yang lalu yaitu menjaga Blue yang sekarang telah duduk di kursi roda. David Ruffin sang maestro secara misterius dibunuh orang tak dikenal, polisi yakin peristiwa pembunuhan David berkaitan dengan perdagangan narkotik. Sedangkan Eddie Kendrick sudah meninggal karena kangker paru paru.

Berita kematian David Ruffin


    Tak lama kemudian Melvin “Blue” Franklin menyusul. Anggota Temptation paling ramah ini jatuh di dapur ketika membantu Mama Rose. Pemakaman Blue disiarkan di TV nasional. Sahabatnya, Smokey Robinson menyanyikan lagu “I’ll Miss You My Buddy” dengan sangat indah di pemakan tersebut

    Tersisalah Otis seorang diri. Dari awal sampai akhir Otis membuktikan cintanya pada The Temptations. Suatu sore Mama Rose berterimakasih kepadanya untuk selalu menjaga Blue. Lebih dari itu, Mama Rose menganggap Otis adalah malaikat penjaga para anggota The Temptation sampai akhir hayatnya.

    Sampai sekarang Otis Williams masih hidup dan sehat, pada tahun 90an dia menghabiskan waktunya untuk menjadi pembicara dan mentor mara penyanyi muda dan menjadi inspirasi buat generasi setelahnya.

    The Temptations akhirnya memetakan diri mereka sebagi legenda dan mempengaruhi musik Amerika saat ini. Adalah Boyz II Men, Usher, ataupun Neyo yang begitu mengidolakan dan terpengaruh oleh musik2 The Temptations.

    Tak terkira dan tak dapat ditebak apabila album The Tempatation terjual bebas seperti Beatles di Indonesia jaman dulu. Mungkin R&B Indonesia akan sedikit “manis” dan berkelas dibandingkan dengan sekarang. Well kita hanya bisa berkhayal.



The Temptations Forever!

Otis Williams, Eddie Kendricks, Melvin Franklin, Paul Williams, David Ruffin



Comments

Popular posts from this blog

God Bless King Edward Van Halen

Tips Dateng ke Kondangan Mantan (buat Yang Belom Rela)