A Brief of American Music History : Part I (1800s-1960s)
Bagian Satu : Roots
Membicarakan sejarah musik di Amerika Serikat (AS) ya sama aja seperti mengurai warna sejati dari pelangi. Ada yang bilang merah, kuning dan hijau,. Atau ada juga yang bilang warnanya adalah "Mejikuhibiniu" (merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu) padahal kita tidak pernah tau pasti warna "Jingga" dan "Nila" itu jelas dan tegasnya seperti apa.
Asal muasal musik Amerika juga kurang lebih seperti itu. Begitu banyaknya kultur yang berpadu di sana, saling berasimilasi dan berpadu satu sehingga terkadang yang jelas menjadi tidak jelas dan sering juga yang justru jelas malah jadi gak jelas.
Satu hal yang pasti, ruwetnya perpetaan sejarah musik Amerika seperti memberikan a blessed in disguised tersendiri untuk kita di jaman modern ini. Kabel ruwet bawah tanah ini memberikan kita industri dan kultur pop yang sangat segar; musik modern dengan berbagai macam genre.
Rasanya dari umur seharipun kita sudah mendengarkan musik Amerika. Entah ketika ayah kita diam-diam memutar "The House of the Raising Sun" di vinyl, atupun ibu-ibu modern yang mendengarkan "At My Worst" di spotify setelah lelah menysui anaknya pertamanya. Tidak mungkin tidak ada satu haripun tanpa kita mendengarkan musik ala Amerika, sengaja atau tidak sengaja. It's like the soundtrack of our life.
Namun jangan salah sangka, benua Amerika sudah ada sebelum diinvasi oleh Columbus, dan disana pun sudah ada musik pertama yang di mainkan oleh para penduduk asli (Native Americans) jauh sebelum musik Eropa dan Afrika masuk ke Amerika
Musik asli Amerika ini sudah jelas diciptakan oleh bangsa Indian (istilah "Indian" sebenanya juga bukan terminolgi asli benua Amerika, hanya diciptakan oleh Columbus karena menurutnya penduduk asli Amerika 11-12 perawakannya dengan orang India) Musiknya berupa nyanyian pujaan kepada roh-roh spiritual yang mereka sembah ataupun yang lebih modern menceritakan tentang tata kehidupan.
Musik penduduk asli Amerika kini disebut sebagai "Songscapes" dan Songsacapes terbagi atas tiga bagian besar
Pertama adalah Musik Tradisional (diajarkan secara turun temurun). Musiknya sangat sederhana, kebanyakan memakai teknik falsetto dan yodeling tradisional dengan ditemani alat alat perkusi sederhana
Pertama adalah Musik Tradisional (diajarkan secara turun temurun). Musiknya sangat sederhana, kebanyakan memakai teknik falsetto dan yodeling tradisional dengan ditemani alat alat perkusi sederhana
Kedua Musik Seremonial dan Ritual - Perang, pengobatan dll (diilhami dari mimpi).Juga memakai vokal falsetto dan yodeling dan perkusi (terutama untuk perang) namun untuk seremoni yang bersifat lebih khidmat seperti pengobatan dan pernikahan juga memakai alat musik melodis
Dan ketiga Musik Modern (terpengaruh oleh bangsa Eropa). Mungkin salah satu yang paling terkenal adalah irama "Oh Shenandoah" (Across the Wide of Missoury) yang menceritakan tentang pedagang yang jatuh cinta kepada anak dari Kepala Suku Oneida sebuah suku yang menetap di negara bagian Missouri.
Sayang sekali, musik asli Amerika ini tidak banyak diturunkan dan dilestarikan, akhinya sedikit sekali pengaruh yang dihasilkan oleh genre ini. beberapa anak muda keturunan Amerika asli mencoba untuk membangkitkan gairah bermusik Native American Sound ke dalam musik yang lebih modern, namun langkah mereka kurang dihargai di industri musik Amerika saat ini.
Lepas dari musik penduduk asli, bangsa kulit putih (keturunan Eropa) juga menciptakan gaya bermusik ala mereka sendiri ketika masuk ke benua ini, maka lahirlah apa yang disebut dengan musik "Appalachia". Appalachia sendiri sebenarnya merajuk ke suatu komunitas masyarakat kulit putih Amerika yang tinggal di pegunungan dari New York sampai Alabama, dan mereka memproduksi kebutuhan mereka sehari-hari menjadikan mereka masyarakat terpencil yang jauh dari modernisasi. Istilah yang diberikan masyarakat ke mereka adalah Hillybilly. Musik ini dianggap masih turunan dan dipengaruhi oleh musik Irlandia (ada juga yang beranggapan terpengaruh Skotlandia)
From Appalachia Mountain Music
to Bluegrass
sampai ke Country
Namun sebelum maju ke depan kita mundur dikit ya. Inilah susahnya mengurai sejarah musik Amerika, bukan hanya dipisahkan oleh genre, geografis ataupun etnis namun sejarah musiknya juga ditentukan oleh lintas waktu. Dan kita kembali sebentar ke abad 19.
Pada era 1800-an munculah apa yang dinamakan musik Ballads atau mungkin di Indonesia kita menyebutnya musik koboi. Walaupun terdengar hampir mirip dengan Appalachia, namun ternyata perbedaan dari lirik dan latar belakangnya sangat berbeda sekali.
Musik Ballad adalah sahabat para Cowboy petualang dan para Pioneer pencari tanah dan emas. Di sela-sela kesibukannya mengurus ternak dan mengantarkan supply makanan mereka menghibur di samping api unggun sembari menyanyikan "Camptown Race"
Camptown Race sendiri adalah satu lagu Ballads yang juga menemani para veteran perang saudara yang terjadi di Amerika, dan karena itulah lagu Ballads juga seangkatan dengan "Patriotic Songs" yang merupakan lagu lagu mars patriotik penyemangat tempur.
Sementara....
Pada tahun 1800-an pula perbudakan juga telah dianggap sebagai bisnis legal di Amerika
Dimana padang kapas terhampar, disitulah terdengar isak tangis, teriakan penderitaan dan bau kematian para budak Afrika
Lewat penderitaan itulah mereka mencoba menghibur diri dengan apa yang mereka bisa. Dan satu satunya yang mereka bisa (dan dikuasi dengan baik) adalah bernyanyi kesedihan hati mereka. dari sinilah istilah "Spiritual" berasal.
Biasanya lagu ini dinyanyikan ketika bekerja, para pemilik lahan tidak berkeberatan, karena irama musik mereka menyesuaikan dengan irama memecahkan batu, memetik kapas, atau apapun pekerjaan itu dan menghasilkan produksi yang lebih banyak.
Selain itu, pemilik lahan juga telah mengizinkan para budak untuk ke mulai ke gereja tiap hari minggu. dan disinilah lirik-lirik Spiritual yang tadinya sedih dan serba negatif kemudian menjadi lirik yang penuh harapan di depan Tuhan. Dan disinlah lahirnya musik Gospel Spiritual. Yang kemudian di masa modern ini dikenal dengan memakai nama Gospel Songs
Taditional Gospel Spritual
Modern Gospel Music
Tidak semua Afro-Amerika menjadi budak, ada beberapa dari mereka yang dimerdekakan oleh para pemiliknya dan menjadi bangsa Amerika yang bebas. Merekalah kemudian yang menciptakan musik dan tarian "Cakewalk" yang biasa dijadikan sebagai pengiring tarian Afro-Amerika saat itu yang berupa Shuffle ataupun Tap Dance
Akhirnya, semua berujung di pertengahan abad 20,dimana dimulainya industri musik. Namun bukan dalam bentuk rekaman audio namun berupa munculnya Tin Pan Alley sebuah perusahaan penerbit buku musik atau partitur lagu di New York. Dimana komposer lagu bisa menjual lagunya dan pembeli bisa membaca partitur dan memainkan lagu not demi not yang tertera di partitur tersebut. Dan disinilah musik mulai menyebar ke seluruh Amerika.
Seperti Country sebagai "musik kulit putih" yang masih berdiri kokoh sampai sekarang "black music" bahkan lebih unggul dalam berbagai sektor, bahkan roots dari musik Afro-American juga mempengaruhi musik musik modern abad 21.
Bagian Dua : The Industry
Kita kembali ke Gereja, tepatnya di sepanjang bagian selatan sampai tengara Amerika. Mulai dari Texas, Lousiana, Alabama sampai ke Virginia dimana musik Gospel tumbuh subur dan mengilhami para anak muda untuk membuat versi sekulernya.
Blues polos atau blues asli yang benar-benar blues se-blues-bluesnya lahir di sepanjang delta sungai Mississipi. Liriknya kurang lebih sama dengan pendahulunya, Spritual, yang serba negatif.
Hanya menceritakan kesediham ditinggal pacar, ditinggal Ibu ataupun hidup miskin dan serba kesusahan. Namun ada juga Blues yang beirama up beat tapi ya gitu, liriknya masih sekitar curhatan. Karena itulah BB King berucap "Blues adalah curahan hati"
Video diatas adalah video dari seorang musisi Blues pertama di Amerika yang sangat terkenal, bernama Robert Johnson. Banyak sekali mistis yang beredar di sekitar dunia permusikan kulit hitam ini.
Robert Johnson sendiri ia dikabarkan bersekutu dan menjual jiwanya kepada Iblis di suatu perempatan jalan di Mississpi, sebagai bayaran untuk keahlian bermain gitar. Karena sebelumnya Johnson sama sekali tidak bisa bisa bernyanyi apalagi bermain gitar. Alahkah kaget teman temannya dalam waktu satu malam dia bisa mengusai semuanya dan langsung di kontrak oleh perusahaan rekaman.
Mitos tersebut sangat terkenal dan disebut dengan kejadian "The Crossroad" di dunia permusikan Amerika.
Sementara tetangga Southern America keatas dikit ada negara bagian Illinois yang beribu kota Chicago, dan disinilah Blues mulai termodifikasi menjadi musik yang lebih rumit yang dinamai Jazz. Jazz tumbuh subur dari mulai Chicago sampai New Orleans
Tidak seperti pendahulunya Blues, Jazz lebih bayak memainkan nada-nada cepat dan ceria dilengkapai dengan pemilihan chord-chord yang jauh lebih kompleks.
Temponya juga bukan hanya shuffle (menyeret-nyeret) seperti blues, namun beragam, ada Swing, Ragtime sampai Bebop dan kedepannya banyak banyak sekali aliran Jazz yang lahir sampai sekarang.
Tidak hanya di Chicago, pada medio 1940-1950-an pun di New York, Jazz disempurnakan oleh Duke Elington dan Louis Armstrong dengan irama yang lebih terasa borjuis.
Rasanya pembahasan Jazz gak akan muat di tulisan ini dan memerlukan tulisan tersendiri.
Dan akhirnya The Great BB King menyelesaikan quotesnya :
"Blues adalah curahan hati dan Jazz adalah ekspresi hati"
Apabila Jazz melahirkan genre yang sangat banyak, lain halnya dengan Blues.
Kemistikan dan pesona Blues seperti menularkan hal-hal tabu di para musisi muda, dengan segala ke-kreatifitasan-nya mereka mencoba membuat Blues yang tidak hanya berbau mistis dan sedih, namun mencoba menyuntikan aura seksi pada Blues dan kemudian lahirlah Rock 'n Roll.
Kemistikan dan pesona Blues seperti menularkan hal-hal tabu di para musisi muda, dengan segala ke-kreatifitasan-nya mereka mencoba membuat Blues yang tidak hanya berbau mistis dan sedih, namun mencoba menyuntikan aura seksi pada Blues dan kemudian lahirlah Rock 'n Roll.
Era 40an - 50an Jazz naik ke main steram musik Amerika yang diangkat (tentu saja) oleh Frank Sinatra yang sangat mempesona. Walaupun tidak membawakan Jazz resmi, Sinatra mampu mengangkat moral Jazz dengan perpaduan Bebop dan Swing versi Big Band. Disinilah dimulainya kebangkitan Jazz Bigband ala New York
Big Band sendiri adalah interpretasi Amerika akan orkestra Eropa versi Jazz, yang hanya terdiri dari Rythm dan Brass Section.
Lain Frank Sinatra lain pula dengan sang raja Rock n Roll ; Elvis Presley.
Kerika Elvis tampil di TV menyanyikan "Jailhouse Rock" betapa banyak para suami yang cemburu dan ibu-ibu dari para ABG yang melarang rekaman Elvis ada di rumah mereka. Bagi para orang tua musik Elvis adalah musik jelmaan setan yang hanya mengusung seks.
Wajah yang kelewat tampan, suara seksi mirip dengan vokal pria kulit hitam, ditambah dengan goyang pinggulnya menjadikan Elvis menciptakan enigma klise Rock n Roll sampai saat ini ; Sex, Drugs & Rock n Roll, ditambah dia juga adalah seorang aktor film, habis sudah. A true entertainer.
Wajah yang kelewat tampan, suara seksi mirip dengan vokal pria kulit hitam, ditambah dengan goyang pinggulnya menjadikan Elvis menciptakan enigma klise Rock n Roll sampai saat ini ; Sex, Drugs & Rock n Roll, ditambah dia juga adalah seorang aktor film, habis sudah. A true entertainer.
Dekade 60an, industri musik Amerika mulai berjalan ke arah yang lebih serius, sesuai dengan keadaan negara pada saat itu. Lirik-lirik cinta berganti dengan lirik-lirik sosial dan politik. Perang Dingin dengan Sovyet, skandal Watergate sampai lahirnya Flower Generation
Flower Generation (kaum Hippies)adalah suatu komunitas anti kekersan dan perang, dengan slogannya "Make Love Not War" dan tentu saja tanda "Peace Sign" dua jarinya yang terkenal sampai saat ini.
Sebenarnya kau Hippies ini adalah sekumpulan anak muda anti kemapanan yang mempunyai ideolgi tersendiri dimana mereka sampai rela hidup nomaden dan meninggalkan keluarga demi kebebasan. Namun tidak bisa dipungkiri komunitas ini justru membentuk suatu generasi musik yang sangat kuat pengaruhnya. Yang mereka dengar dan hormati satu diantaraya adalah raja musik Ballads Bob Dylan.
Lirik Dylan sangat indah dan menyentuh, bahkan yanng bersangkutan sampai mendapatkan Nobel Sastra atas penulisan liriknya.
Lagu "Blowin' With The Wind" atau "Rolling Stone" sangat dekat dengan hati remaja saat itu, karena Dylan menulis liriknya tentang anti kemapanan, menasehati tanpa harus menggurui. Karena itu Bob Dylan dianggap adalah maha guru dari para Flower generation
Di saat yang sama The Beatles juga menginvasi Amerika dari Inggris. The Beatles yang awalnya membawakan lagu-lagu cinta, tiba-tiba kehilangan John Lennon sang vokalis utama kerena menikah dengan Yoko Ono dan entah mengapa Lennon juga terinspirasi menjadi Hippies.
Banyak yang menyayangkan kejadian tersebut, Yoko Ono adalah salah satu alasan kenapa The Beatles bubar. Tapi ingat tanpa John dan Yoko "Imagine" , sebuah lagu perdamaian yang paling indah yang pernah ditulis manusia, tak akan pernah ada.
Era 60an begitu sesak dan ramai. Bukan hanya Ballads dan Pop, namun Rock dan Soul seperti tidak peduli dengan masalah soial dan politik Amerika saat itu. Yang penting party!
Progresive Rock mulai diperkenalkan di era ini. Progresive Rock sering diartikan juga sebagi Art Rock yang dimaksudkan dengan musisi bebas meilih cara bermusik dan cara mengkomposisi lagu diluar kebiasaan. Diluar tata nada, birama sampai rythm.
The Beatles memang menginvasi Amerika habis-habisan. Berkat album Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band dimulailah era ProgRock di Amerika.
Pada saat itu Progrock masih dikuasi oleh band-band Inggris namun sangat mempengaruhi Industri musik di Amerika. Band Progrock lokal yang terkenal adalah asal California The Greatful Dead
Lalu dimana para musisi kulit hitam?
Setelah pada era 50an terbentuk sebuah perusahan di Detroit yang bernama Hitsville USA yang melahirkan genre Motown (pembahasan mengenai Motown silahkan baca juga di post-post sebelumnya di vlog ini)maka musik kulit hitam tambah bergairah.
Apabila Motown melahirkan vocal group-vocal group yang mumpuni, 60an menghasilkan para penyanyi solo SOUL handal. Bahkan mereka dinobatkan sebai King dan Queen of Soul mereka adalah James Brown dan Aretha Franklin.
Yes musik soul adalah juga perpanjangan tangan dari blues dengan sentuhan beat baru yang bernama Funk.
Sama dengan Rock n Roll. Soul begitu seksi dan menggairahkan.
James Brown
Aretha Franklin
Itulah era 60an yang terkenal dengan inovasi-inovasi bermusiknya. Harus diakui pada dekade ini Inggris memberikan pengaruh yang cukup besar
Dan dekade ini dirangkum oleh sebuah festival musik terbesar yang pernah ada di bumi, yaitu The Woodstock Music Festival. Dengan slogannya "3 Days of Peace and Music" yang diadakan di White Lake New York pada tahun 1969 yang dihadiri oleh 400.000 orang.
Latar belakang diadakannya festival ini adalah karena terbunuhnya seorang pemimpin kulit hitam berpengaruh pada saat itu Marthin Luther King yang kemudian hampir menyulut kemarahan para Afro-Amerika.
Disinlah kemudian kaum Hippies mempunyai ide yang sangat cemerlang untuk mengadakan sebuah festival musik perdamaian.
Ada Janis Joplin, simbol para hippies. Ada Jimi Hendrix, yang menyayatkan The Stars Spangled Banner, lagu kebangsaan AS melalui senar gitarnya di sela penampilan di panggung Woodstock-aksi itu masih dianggap luar biasa sampai sekarang. Ada The Who. The Grateful Dead. Santana. 32 nama dalam tiga hari, nyaris 96 jam sebenarnya, karena cuaca buruk yang beberapa kali menunda pertunjukan.
Woodstock dianggap sebagai panggung perdamaian bukan hanya karena idenya untuk menggabungkan pemikiran tentang perdamaian dunia lewat musik, namun juga eventnya yang "mendamaikan" dan menyatukan seluruh genre yang ada pada saat itu.
Segala tentang Woodstock '69 silahkan klik disini
Bersambung...

























Comments
Post a Comment